Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Makanan Tinggi Kolesterol

Beberapa makanan di bawah ini termasuk tinggi kolesterol.

Kalau umur anda sudah di aras 25 tahun harap mengurangi makanan di bawah ini;

  • Telur burung puyuh
  • Cumi
  • Udang
  • Kerang
  • Kulit ayam
  • Daging bebek dengan kulitnya
  • Otak sapi
  • Daging kambing
  • Jeroan
  • Santan

Semoga bermanfaat.

Bookmark and Share

13 Kebiasaan Orang Kaya

13 Kebiasaan Orang Kaya yang akan saya sebutkan di sini merupakan hasil penilitian Thomas C. Corley selama 5 tahun terhadap 177 orang kaya (versi aslinya baca di sini “http://www.businessinsider.co.id/habits-of-self-made-millionaires-2016-3” )

Okay, langsung saja, apa saja sih 13 kebiasaan yang perlu kita tiru itu?

  1. They read consistently (mungkin maksudnya mereka terus membaca)
  2. They exercise (mereka latihan)
  3. They hang out with other successful people. (mereka bertemu dengan orang sukses lainnya)
  4. They pursue their own goals. (mereka mengejar tujuan mereka)
  5. They get up early. (mereka bangun pagi)
  6. They have multiple sources of income. (mereka punya pemasukan dari beberapa usaha, tidak hanya dari satu bisnis)
  7. They find and check in with mentors. (mereka terus belajar kepada orang yang lebih pintar/guru)
  8. They’re positive. (mereka berfikir positif)
  9. They don’t follow the herd. (mereka tidak asal ikutan)
  10. They have good etiquette. (mereka punya akhlak yang baik)
  11. They help others succeed. (mereka membantu orang lain untuk sukses)
  12. They dedicate 15 to 30 minutes a day to just thinking. (mereka meluangkan waktu untuk berfikir, seperempat jam sampai setengah jam)
  13. They seek feedback. (Mereka minta dikritik).
Bookmark and Share

Harga Sebuah Baju

HARGA SEBUAH BAJU
( true story )

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang , turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung , udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.

“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.

“Kami akan menunggu,” jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka , dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak.

Sang sekretaris mulai frustrasi , dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.

Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya , rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard , dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard.

Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu , dia meninggal karena kecelakaan.

Kami ingin mendirikan peringatan untuknya , di suatu tempat di kampus ini. bolehkah ?” tanyanya , dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh , wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar,

“Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat,

“Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan , “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas , mengapa tidak kita buat sendiri saja ?”

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka , sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University , salah satu universitas terbaik/ favorit kelas atas di Amerika.

Kadang kita , seperti pimpinan Harvard itu , acap silau dengan apa yang dipakai oleh seseorang dan lalai melihat isinya. Padahal, apa yang dipakai itu hanya bungkusnya , apa yang ada didalamnya atau yang tersembunyi , kadang sangat tak ternilai.

So.. DONT JUDGE A BOOK BY ITS COVER

12745858_10206484036475989_5529592875892505012_n

*foto: Mr & Mrs Leland Stamford dan anak tunggalnya

Andrie Wongso

 (diambil dari timeline facebook pak Frans Perkasa)
Bookmark and Share