Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Menurunkan Kolesterol dengan Daun Bawang

Artikel Menurunkan Kolesterol dengan Daun Bawang ini saya coy dari Bebeja.Com pada tgl 31 Mei 2015.

Langsung saja silakan disimak….

Kesibukan sebagai pegawai swasta memang mempengaruhi pola makan Irfan Maulana (35 tahun) di Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Pehobi aquascaping itu sejak 2013 doyan mengonsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji sangat mengandalkan kekuatan rasa dari bumbu buatan pabrik plus berkadar lemak tinggi. Kondisi itu pula memicu meningkatnya kolesterol di tubuh seperti dialami Irfan. Irfan menuturkan saat kolesterol tubuh meninggi, ia merasakan agak sesak di dada dan terasa kebas pada leher dan bahu. “Yang lainnya saya mudah sekali pusing,”
ujarnya. Pemeriksaan di klinik memperlihatkan total kadar kolesterol Irfan mencapai 285 mg/dl. Padahal total kolesterol normal tubuh idealnya kurang dari 200 mg/dl. “Dokter di klinik menyebutkan saya menderita hiperkolesterolemi,” ujarnya. Sejatinya hiperkolesterolemi merupakan peningkatan kadar kolesterol darah. Faktor pencetusnya beraneka, mulai dari makanan hingga keturunan. Kadar kolesterol tinggi memang masalah serius
karena dapat meningkatkan risiko terserang penyakit stroke hingga penyakit jantung koroner. Penyakit itu bahkan lebih cepat datang bila penderita memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Irfan menjelaskan dokter menyarankannya untuk melakukan diet makanan dengan mengatur pola makan, termasuk mengurangi makanan berkadar lemak tinggi. “Bila selama 6 bulan tidak menunjukkan ada perubahan, baru dokter akan diberi obat penurun kolesterol,” katanya. Irfan perlahanlahan mulai mengubah pola makan. Meski demikian efek penurunan kolesterol di tubuh ternyata tidak terlampau signifikan. “Hanya menurun sekitar 1525 mg/dl,” ujarnya.

Belakangan alumnus Universitas Parahyangan di Bandung, Jawa Barat itu mengonsumsi jus bawang daun mengikuti saran rekan ibundanya. “Saya memblender 3 tangkai bawang daun dengan segelas air hangat dan saya minum setiap 2 hari,” katanya. Kombinasi dengan konsumsi jus bawang daun itu terbukti lebih memuaskan. Setelah 1 bulan konsumsi dan melakukan pengecekan, kadar total kolesterol Irfan menurun menjadi 205 mg/dl dari sebelumnya 260 mg/dl (dengan perubahan pola makan saja). “Sampai hari ini saya tetap mengonsumsi jus bawang daun sebagai tindakan preventif,” katanya. Sebagai tindakan preventif, frekuensi konsumsi jus bawang daun hanya setiap 3 hari. Riset Syafitrianti dan rekan dari Prodi Farmasi Fakultas MIPA Unisba di Bandung Jawa Barat seperti tertuang dalam Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba 2015 membuktikan khasiat antikolesterol bawang daun pada hewan percobaan mencit jantan swiss. Penelitian itu menduga senyawa flavonoid pada bawang daun paling berperan dalam meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat). Flavonoid juga berperan sebagai antioksidan dengan mengangkut radikal bebas serta menghambat oksidasi lipid dan sintesis kolesterol melalui inhibitor HMG KoA Reduktase. Singkat kata kondisi itu dapat mengurangi jumlah LDL di dalam plasma darah yang berujung menurunnya jumlah kolesterol berbahaya di tubuh.

Bookmark and Share

Makanan Tinggi Kolesterol

Beberapa makanan di bawah ini termasuk tinggi kolesterol.

Kalau umur anda sudah di aras 25 tahun harap mengurangi makanan di bawah ini;

  • Telur burung puyuh
  • Cumi
  • Udang
  • Kerang
  • Kulit ayam
  • Daging bebek dengan kulitnya
  • Otak sapi
  • Daging kambing
  • Jeroan
  • Santan

Semoga bermanfaat.

Bookmark and Share

13 Kebiasaan Orang Kaya

13 Kebiasaan Orang Kaya yang akan saya sebutkan di sini merupakan hasil penilitian Thomas C. Corley selama 5 tahun terhadap 177 orang kaya (versi aslinya baca di sini “http://www.businessinsider.co.id/habits-of-self-made-millionaires-2016-3” )

Okay, langsung saja, apa saja sih 13 kebiasaan yang perlu kita tiru itu?

  1. They read consistently (mungkin maksudnya mereka terus membaca)
  2. They exercise (mereka latihan)
  3. They hang out with other successful people. (mereka bertemu dengan orang sukses lainnya)
  4. They pursue their own goals. (mereka mengejar tujuan mereka)
  5. They get up early. (mereka bangun pagi)
  6. They have multiple sources of income. (mereka punya pemasukan dari beberapa usaha, tidak hanya dari satu bisnis)
  7. They find and check in with mentors. (mereka terus belajar kepada orang yang lebih pintar/guru)
  8. They’re positive. (mereka berfikir positif)
  9. They don’t follow the herd. (mereka tidak asal ikutan)
  10. They have good etiquette. (mereka punya akhlak yang baik)
  11. They help others succeed. (mereka membantu orang lain untuk sukses)
  12. They dedicate 15 to 30 minutes a day to just thinking. (mereka meluangkan waktu untuk berfikir, seperempat jam sampai setengah jam)
  13. They seek feedback. (Mereka minta dikritik).
Bookmark and Share