Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Blogger Semarang

Blogger Semarang rupanya banyak sekali, mereka ngumpul di LOENPIA.NET, saya sendiri bergabung di group ini baru setahun. Menjadi anggota group ini sungguh menjadi hiburan sendiri, komunikasi group ini menggunakan media mailinglist, media yang lebih aku suka dari media komunikasi group manapun, karena aku ga perlu login ke mana-mana, cukup menggunakan email.

Blogger Semarang

Kami di Loenpia.Net sering sekali ngadakan offline gathering, acara gathering pun cukup menarik, mulai dari gathering di tempat wisata, di cafe, di rumah salah satu member bahkan gathering di kali, sambil arung jeram.

Member baru di group blogger Semarang terus saja bermunculan, mereka dari mana-mana, ada yang dari Semarang, Blogger Ungaran, Blogger Magelang, Blogger Jogja, Blogger Jakarta, Blogger Palembang, Blogger Batam, Blogger Bali, Blogger Kendal dan ada juga yang dari luar negeri.

Latar belakang para blogger Semarang ini pun beraneka ragam, mulai dari pedagang jambu, mahasiswa, pebisnis, ibu rumah tangga, pebisnis online dan banyak lagi yang lainnya.

Diantara para blogger ini ada yang masih gresss kenyes-kenyes, anak muda-muda, tapi juga ada yang sudah kakek-nenek, pokoknya campur aduk kayak es campur.

Blogger Semarang ini juga banyak yang masih single loh, he eh heh. ya tapi itu tadi, walau banyak yang masih single yang triple pun tidak kalah banyak.

Para blogger di sini banyak yang suka menyebut dirinya sebagai blogger abal-abal, lucu juga. Ga tahu apa yang melandasi sebagian mereka menyebut diri sebagai blogger abal-abal, mungkin karena ngeblog hanya merupakan hobi, bukan untuk cari duit sebagaimana yg melanda beberapa rekan lain. Saya rasa ngeblog yang bener ya seperti rekan-rekan blogger Semarang ini, ngeblog pakai hati, bukan dengan embel-embel apapun.

Kalau saya sendiri menyebut diri sebagai blogger abal-abal karena memang ga bisa nulis, tulisannya kacau balau, anda bisa melihat dari tulisan saya ini, ga mutu bukan? itu sebabnya saya juga blogger abal-abal. Tapi, mau blogger abal-abal atau blogger serius, apapun gaya anda ngeblog, jika anda berasal dari Semarang atau punya jenis hubungan emosional apapun dengan kota Semarang mari silakan menuju ke alamat Loenpia.Net dan mulai sebut diri sebagai Blogger Semarang.

Bookmark and Share

Jabon sebagai alternatif investasi dalam pertanian


Jabon merupakan sebuah alternatif investasi dalam bidang pertanian. Investasi dalam pertanian khususnya kayu jabon ini saya rasa sangat tepat buat orang Indonesia. Seperti kita semua tahu Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki lahan luas. Di Indonesia terdapat banyak lahan tanam dan mempunyai iklim cocok untuk menanam pohon jabon.

Kayu Jabon layak untuk ditanam karena begitu banyak industri yang akan menyerapnya mulai dari kayu lapis, industri mebel, pulp, mainan anak-anak, peti buah, alas sepatu, korek api, tripleks, mebel hingga bahan bangunan konstruksi dan non konstruksi.

Kalau kita bicara kayu jabon sebenarnya tidak jauh beda dengan bicara kayu sengon sebagaimana anda pernah membaca sebelumnya, yang mana kebutuhan kayu begitu besarnya sehingga kita tidak perlu takut menjualnya ke mana.

investasi pertanian

 

Perhitungan Investasi Kayu Jabon:

Saya memang belum paham betul perhitungan investasi, jadi perhitungan di bawah ini masih perkiraan-perkiraan standar, anda dapat mencari alternatif perhitungan lainnya dari teman-teman yang lebih  profesional di bidang tanam kayu.

Asumsi

  1. Area tanah 1 Ha milik sendiri
  2. Umur investasi 5-6 tahun.
  3. Harga kayu jabon sekarang Rp.1.100.000/m3
  4. Biaya tebang ditanggung pembeli.

Hasil Panen Jabon:

  1. 1 Ha dengan jarak tanam 3×3 maka akan jadi 1.100 pohon.
  2. 1 Pohon “menurut uraian dari beberapa sumber praktisi di lapangan” akan menjadi rata-rata 0,3 m3 sd. 0,7 m3 kayu potong, jadi tanpa memakai penelitian yang mendalam dan test case dengan statistik  saya coba ambil tengah-tengahnya saja misalnya per pohon jadi 0,5 m3 kayu potong
  3. 1.100 pohon x 0,5 m kubik = 550 m3
  4. 550 m3 x Rp.1.100.000 = Rp.605.000.000

Tentunya dari gambaran di atas kita memiliki beberapa variabel yang masih bisa kita ganti sesuai kadar optimisme kita, saya juga anjurkan anda untuk membaca literatur lain agar gambaran saya di atas bisa lebih mendekati kebenaran mutlak.

Variabel-variabel Investasi Kayu Jabon

Variabel-variabel yang dapat anda ganti misalnya;

  • jumlah pohon (termasuk jarak tanam)
  • masa tanam, 4,5,6,7 tahun
  • kubikasi kayu hasil panen di usia tertentu, pada tulisan saya di atas saya mengambil 0,5 m3 per batang. bagaimana kalau per batang jadi 1 m3, maka hasilnya jadi Rp.1.210.000.000
  • harga kayu; tentunya harga kayu juga tidak selalu di angka Rp.1.100.000. Bagaimana kalau turun atau naik, ini juga perlu dipertimbangkan.
  • biaya tanam; dalam tulisan di atas saya belum masukkan variabel biaya tanam, tentunya anda harus menghitungnya juga bukan?

Biaya Tanam Kayu Jabon

Biaya tanam kayu jabon dari A-Z tentunya bervareasi, banyak sekali variabel penentunya misalnya harga bibit, harga pupuk kimia, harga pupuk organik, gaji tenaga kerja, dan lain sebagainya.

Di sini saya tidak akan sampaikan panjang lebar mengenai biaya tanam ini karena saya bukan praktisi di lapangan, menurut saya lebih baik mempercayakan kepada sebuah institusi yang sudah punya kapabilitas di lapangan.

Di Brebes, Kuningan, Cirebon dan Garut anda dapat mempercayakan penanaman kepada paguyuban tani yang sudah established, pengalaman menanam, sudah dipercaya banyak investor dan memiliki legalitas hukum yang jelas.

Berapa biaya tanam lengkapnya?

  1. Jika hak kelola tumpangsari diberikan kepada paguyuban petani tersebut maka biaya tanam Rp.32.000.000 lengkap A-Z selama 6 tahun
  2. Jika hak kelola tumpangsari masih di tangan anda maka biaya tanam lengkap A-Z selama 6 tahun Rp.52.000.000.
  3. Paguyuban petani masih minta sharing panen 20% dari hasil panen nanti.

Hubungi saya di Hp 085-876-415-340 jika anda akan menanyakan mengenai biaya tanam di atas, di sana juga terdapat lahan kebun murah seharga Rp.40 jt sampai dengan Rp.50 jt per hektar. Jadi tunggu apalagi, jika anda punya jiwa investasi silakan hubungi saya untuk investasi di kayu sengon atau jabon.

Bookmark and Share