Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Leher kaku, Nyeri leher, itu karena malas olahraga

Leher kaku, nyeri leher, otot leher kaku, kaku leher, pundak kaku, otot leher kaku; demikian kira-kira kata-kata untuk mengutarakan rasa sakit yang aku rasakan satu bulan terakhir ini.

Satu bulan ini leher, punggung  dan lengan saya berasa kaku dan nyeri. Sakitku ini kalau orang tua bilang “tengengen dan salah tidur”.  Kebanyakan bilang ini efek dari masuk-angin, akhirnya aku konsumsi jamu tolak angin banyak banget tapi masih saja belum ada kesembuhan. Saya coba kerik dan kop plus pijat juga tidak ada perubahan kecuali sebentar. Rasa sakit ini cepet sekali hilang ketika dipijat, tetapi pagi kambuh lagi.

Ada opini yang lain, salah satu dari temenku bilang itu efek pengantin baru, tapi aku rasa itu tidak tepat soalnya saya berasa sakit ini sejak sebelum acara pernikahan.

Saya mulai risau karena rasa sakit ini sudah mau mendekati 1 bulan, atau bahkan sudah melewati satu bulan, makanya saya berfikir keras cari penyebabnya. Saya mengambil kesimpulan bahwa “masuk angin” ataupun “efek pengantin baru” ini tidak tepat. Aku harus cari jawaban.

Beberapa hari yang lalu kakak saya yang tukang reflexology mengatakan kalau saya kebanyakan kolesterol. Di hari berikutnya aku periksa ke dokter dan mendapatkan kesimpulan yang sama. Dokter menyarankan saya cek laborat, dokter menyarankan saya cek 4 hal;
– kolesterol
– asam urat
– trigliseride
– gula darah

Ternyata betul seperti yang diprediksikan oleh abang saya dan dokter tersebut, hasil dari cek laborat menunjukkan bahwa saya punya kelebihan “trigliseride” banyak dan kelebihan asam urat sedikit, memang trigliseride ini beda dengan kolesterol, tapi masih saudara dekatnya.

Pencarian di internet mengenai trigliseride ini menunjukkan bahwa trigliseride ini disebabkan kita kebanyakan konsumsi minyak goreng dan diikuti dengan kurangnya gerak. Sungguh ini nyata, saya memang selalu konsumsi minyak selama 10 tahun terakhir karena selalu makan di warung. Olahraga juga tidak pernah.

Saya memang tidak pernah olahraga, satu-satunya olahraga yang saya bisa dan suka hanya tenis meja, sayangnya tidak mudah mencari teman olahraga tenis meja, dan di kampung saya pun tidak ada GOR yang punya tenis meja. Pingin punya tenis meja sendiri tapi juga gak punya cukup uang dan tempat.

Sebenarnya solusi olahraga yang tanpa biaya dan bisa dilakukan oleh semua orang adalah “jalan kaki” atau “lari”, sayangnya rasa malas untuk melakukan hal itu selalu menghinggapi hampir semua orang karena beberapa alasan, diantaranya karena tidak menarik dan tidak adanya tantangan. Rata-rata olahraga memiliki nilai gamesnya, tetapi lari ini tidak ada unsur gamesnya sama sekali.

Kemudian saya mencoba cari cara untuk menghindari rasa malas lari ini. Saya pun menemukan caranya, yaitu dengan cara menambahkan unsur games di dalamnya.
Bagaimana unsur games ini..?

  1. saya jalan kaki/lari di jalan raya yang ada angkotnya
  2. misalnya dari kampung saya ada jalan ke kota tertentu yang cukup jauh dan ada angkotnya. sebut saja dari kecamatan sukorejo ada bus ke arah kota pekalongan, tentunya melewati banyak sekali kampung dan desa.
  3. nilai gamesnya adalah hari ini kita coba tempuh perjalanan ke kampung B, besuknya kita minimal harus sampai kampung B juga, syukur besuknya sampai kampung C. Maka lusanya harus sampai di kampung D dan seterusnya.
  4. Jangan lupa, pulangnya jangan lari/jalan kaki, naik bus saja. Ini akan mengurangi rasa malas kita.
Bookmark and Share

Teori Kehidupan

Terkadang masing-masing orang mempunyai dan menemukan teori sendiri dalam kehidupan, tetapi tidak semua teori orang diterima oleh orang lain. Teori seseorang tidak bisa diterima oleh orang lain biasanya karena tidak dapat memberikan penjelasan secara ilmiah.

Salah satu contoh teori yang saya yakini sendiri dan disetujui oleh teman-teman dekat saya adalah “ketika kita tidak bergadang pada malam hari tetapi terasa ngantuk sering sekali disebabkan karena belum buang air besar”. Teori saya ini sudah mendapat dukungan dari teman-teman saya yang pernah mengalaminya. Tentunya belum tentu benar pendapat saya ini.

Contoh teori lain teori teman saya “kalau kita tidak bisa buang air besar pada pagi hari perlu dicoba dipancing dengan makan, setelah makan biasanya malah kepingin buang air besar”, sekali lagi teori ini belum tentu benar, tetapi saya hari ini mempraktekkannya dan benar. Hari ini saya harus bepergian jauh di bus, tentunya lebih baik buang air besar dulu daripada kerasa pingin buang air besar ketika kita di bus, untunglah saya inget teori teman saya ini.

Menurut saya beberapa alasan kenapa sebuah teori tidak bisa diterima oleh orang kebanyakan di antaranya:

  1. karena teorinya tidak didukung oleh fakta ilmiah, atau teorinya tidak merupakan teori ilmiah. “Padahal yang dikenal teori ilmiah itu sendiri lahir juga belum lama ya…? apakah berarti teori-teori orang jaman dulu akan kita klaim sebagai teori yang salah?”
  2. karena tidak disampaikan oleh orang yang dikenal bisa berteori. Sehingga terkadang walau teori yang tidak masuk akal pun akan dikatakan benar jika yang menyampaikannya seseorang yang memang dikenal pandai berteori,  Contoh radikal mengenai ini adalah teori manusia berasal dari kera, teori ini tidak mungkin akan mendapatkan klaim kebenaran oleh orang islam atau kristiani. Tetapi teori dari Darwin ini terus saja dibahas di sekolah-sekolah. Tentu saja teori ini juga belum tentu benar, sehingga sama kedudukannya dengan teori saya yang menyatakan ngantuk karena belum buang air besar, persamaannya adalah pada “belum tentu benar”.

Sehingga saya mengatakan dengan ngawur juga bahwa “kebenaran itu subjektif” sesuatu dikatakan benar menurut perspektif orang yang mengatakan.

Bookmark and Share

Asentus Ogwella Akuku – Beristri 130, Beranak 210

Asentus Ogwella AkukuAsentus Ogwella Akuku Di Kenya, adalah lambang poligami. Akuku mengaku menikah 130 kali sepanjang hidupnya, namun hukum di Kenya hanya mengakui 40 di antaranya.

Di usia 22 tahun, Akuku sudah menikahi lima wanita. Di usia 35 tahun, dia menikah untuk ke-45 kalinya. Teman-temannya mulai menjulukinya “Danger” atau “Bahaya” karena kemampuannya memikat wanita.

Jika ada penghargaan untuk pelaku poligami terbanyak, Akuku bisa jadi mendapat medali emas. Saking populernya, Akuku bahkan meminta bayaran jika diwawancara media. Jurnalis dan turis yang bertamu ke rumahnya di Ndhiwa bahkan harus “membayar.”

Istri Pertama

Menurut koran Kenya, Standard Media, Akuku menikah pertama kali pada tahun 1939 dan terakhir kali pada 1997 saat berusia 79 tahun. Istri termudanya saat dinikahi berusia 18 tahun dan sekarang mereka memiliki tiga anak.

Akuku mengklaim telah menikah 130 kali, namun hanya 40 yang diakui adat setempat. Lebih dari 80 istrinya telah diceraikan.

Juru bicara keluarga, Tom Akuku, mengatakan dari 40 istri yang sah, 22 orang di antaranya masih hidup. “Beliau memiliki 210 anak, 104 anak perempuan dan 106 anak laki-laki, yang beberapa telah meninggal,” katanya.

Keturunan Akuku sekarang hidup tersebar di Kanyamwa dan Aora Chuodho di Kabupaten Ndhiwa dan Karungu di Kabupaten Nyatike, Kenya. Sebagian putra dan cucu-cucunya mendapat pendidikan yang baik, bekerja untuk pemerintah atau swasta.

“Beliau (Akuku) telah menjadi penasihat dan pelindung kami,” kata Dorcas Matunga, salah satu menantu Akuku.

Rahasia Keperkasaan

Aku pernah mengatakan, rahasia keperkasaannya adalah pola makan ketat. “Saya menghindari banyak lemak dan garam dan itu menghindarkan saya dari penyakit,” katanya.

“Saya makan pada waktunya dan tak makan apa pun di luar waktunya. Saya memakan makanan tradisional yang disiapkan dengan baik. Saya selalu makan buah setelah makan.”

Sebagai pemimpin keluarga besar, Akuku dikenal karena kedisiplinannya memerintah dengan tangan besi. Dia hafal nama semua anaknya dan mengatur jadwal berkunjung ke istri yang mana.

“Saya menceraikan wanita yang tak berkelakuan baik,” ujarnya.

Namun, Akuku juga dikenal sebagai orang yang royal pada wanita. “Saya menjalani hidup mewah. Selalu siap mengeluarkan uang untuk wanita,” katanya menceritakan cara menjaga kedekatannya dengan wanita.

“Saya dijuluki “Bahaya” karena saya mengalahkan banyak pria dalam hal wanita. Saya sangat gagah. Saya berpakaian dengan gaya dan tahu cara memperlakukan wanita dengan omongan manis. Tak ada wanita yang bisa mengenyahkan pendekatan saya. Saya seperti magnet.”

Minggu dinihari, 3 Oktober 2010, Akuku tumbang dan dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit provinsi pada pukul 2 dinihari, Akuku meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.

Kematiannya meninggalkan kisah salah seorang pelaku poligami terbesar yang tercatat sejarah. Salah satu cucunya, Maureen Ochido menyebut, “kakekku seorang yang sangat bersahabat dan penyayang yang sering disalahpahami.”

Dan keluarganya berbaris memenuhi pemakamannya. Begitu besarnya, sehingga jika istri dan anaknya diminta berdiri, lebih separuh yang berduka akan menegakkan kakinya.

artikel ini disalin dari “http://dunia.vivanews.com/news/read/181492-pria-ini-beristri-130–beranak-210”

Bookmark and Share