Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Cara Setting Port Forwarding di Mikrotik

Halo,

Kembali ketemu saya lagi, Asrofi.

Kali ini saya akan kembali menulis tentang dunia komputer, ini sebenarnya bukan untuk anda, tapi untuk dokumen pribadi saya, untuk contekan ketika suatu saat saya lupa kembali. Tetapi jika tulisan ini bermanfaat untuk anda tentu saya akan ikut senang.

Baik, sebelum kita bahas setting Port Forwarding di Mikrotik saya akan bahas teorinya dulu, pakai penjelasan 1-2-3 supaya gampang ya.

Jika anda sudah paham tentang port forwarding, langsung lewati saja, ke ujung artikel.

LAN, WAN DAN INTERFACE

  1. dalam jaringan ada WAN dan LAN.
  2. WAN adalah internet, konek ke dunia luar.
  3. LAN adalah jaringan dalam rumah.
  4. kalau di mikrotik kita tidak akan menemukan istilah itu, tetapi kita akan dapat melihat interface, pastikan anda dapat membedakan mana interface untuk WAN dan mana interface untuk LAN
  5. contoh LAN adalah IP lokal yang biasa dipakai orang misalnya 192.168.x.x ataua 10.x.x.x.

SERVER DAN PORT

  1. Ketika kita bicara server atau layanan, misalnya layanan transfer file (ftp), layanan remot desktop, layanan database, layanan billing dan lain-lain maka kita tentu akan bicara ip dan port. si server itu komputernya yang mana, IP nya berapa, juga port layanan nya berapa.
  2. misalnya server ftp pakai port 21.
  3. misal kita dalam jaringan lokal dengan IP 192.168.1.0, dalam jaringan rumah ini ada IP dimulai 192.168.1.1 dan IP terakhir adalah 192.168.1.254.
  4. 192.168.1.1 misalnya yang punya koneksi internet,
  5. 192.168.1.2 misalnya server FTP, dengan port default FTP 21
  6. IP lainnya termasuk laptop IP nya 192.168.1.3 sampai dengan 192.168.1.254
  7. ketika sebuah komputer dalam jaringan memerlukan akses ke server FTP maka yang dipanggil adalah IP 192.168.1.2. ini kalau dilakukan dalam jaringan rumah.
  8. bagaimana kalau kita tidak berada dalam rumah? kita sedang di luar negeri membutuhkan akses ke server FTP yang ada di rumah kita tadi? tentu tidak bisa akses ke IP 192.168.1.2 karena itu IP dalam rumah, bukan IP publik atau bukan IP internet.
  9. maka di sini perlunya PORT FORWARDING atau VIRTUAL SERVER dalam istilah router lain.
  10. jadi nanti kita setting di router kita, misalnya mikrotik. supaya IP lokal tadi dapat diakses dari luar, jadi kalau kita ada di luar, maka kita bisa akses FTP ke ip WAN kita, atau IP publik kita. Port forarding akan menterjemahkan; jika dari luar memanggil port tententu akan diarahkan ke IP tertentu dengan port tersebut.
  11. Contoh di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan lain, misalnya mau konek ke kamera cctv atau ipcam dan lainnya.

 

CARA PORT FORWARDING di MIKROTIK

  1. IP -> FIREWALL -> NAT
  2. tambah baru (+),
  3. kemudian pada GENERAL isikan ini:
  4. chain: DSTNAT,
  5. Protocol: TCP,
  6. DST PORT: (ini diisi port sesuai port server, contoh tadi port ftp 21)
  7. IN.INTERFACE : (Ini pilih interface WAN)
  8. kemudian pada ACTION, isikan ini:
  9. ACTION : DST-NAT
  10. TO ADDRESS: Diisi IP LAN yang melayani server, misalnya tadi 192.168.1.2
  11. TO PORTS: Port server tadi, misalnya server FTP port 21

Okay, begitu cara setting port forwarding di Mikrotik, semoga bermanfaat.

port-forwarding-mikrotik

mikrotik-port-forwarding

Bookmark and Share

Dynamic DNS, Dlink DDNS, No-ip dan Dydns Pada Router

Sebenarnya sudah lama saya meniggalkan perbincangan teknis semacam ini, sejak aku memutuskan pulang kampung pada akhir tahun 2008 perbincangan mengenai Computer Networking sudah benar-benar saya tinggalkan. Tetapi namanya hobby yang pernah ditekuni tentu saja terkadang ada saja kesempatan untuk mengingatnya.

Di bawah ini saya akan cerita mengenai Dynamic DNS, Dlink DNS, No-IP dan Dyns Pada Router

Berawal dari pembelian modem ADSL Router DLINK baru, ketika saya coba setup modem ADSL ternyata saya menemukan fitur baru yang dahulu saya tidak pernah menemukannya, yaitu updater Dynamic DNS dengan host dlinkddns.com. Setelah saya coba browsing ternyata layanan Dlinkddns.com ini gratis, dan tercium dari blog Dlink Indonesia di sana dikatakan bahwa layanan dlinkddns ini sebenarnya layanan milik DYNDNS.COM yang di sana merupakan layanan berbayar, jadi D-Link bekerjasama dengan Dyndns.com.

Setelah saya tahu dlinkddns ini merupakan layanan milik Dyndns saya langsung saja mencoba daftar dlinkddns dan tidak ketinggalan “mencoba login ke dyndns.com dengan username tersebut”, dan hasilnya memang benar, saya dapat login seperti pernah daftar di dyndns, nah di sini rupanya ada hole, atau lubang gratisan untuk para penikmat dynamic dns. Artinya ada lubang di sini bahwa Dyndns ternyata bisa dipakai secara gratis, hal ini tidak dapat kita temukan sebelumnya.

Kesimpulannya “KITA BISA MEMAKAI LAYANAN DYNDNS.COM SECARA GRATIS”.

Buat teman-teman yang belum terbiasa di dunia computer networking membaca tulisan saya di atas pasti bingung, karena ini memang spesial untuk teman-teman yang aktif di dunia computer networking. Agar teman-teman bisa mengikuti bahasan saya kali ini saya akan coba jelaskan kegunaan dari layanan Dyndns atau yang disebut Dynamic DNS.

IP vs Domain Name

Setiap kali kita koneksi internet di situ secara otomatis tercatat masuk ke dalam jaringan komputer dunia, dan setiap komputer dunia ini mempunyai urutan angka yang disebut IP (internet protocol). Kalau sekedar jadi pemakai internet terkadang komputer kita tidak memiliki IP secara langsung, tetapi bagian dari komputer lain yang memiliki IP internet.

Ketika kita berposisi jadi server, atau ingin memiliki sebuah layanan yang bisa diakses dari jarak jauh maka kita harus mempunyai IP internet. Misalnya kita punya IP Camera di rumah, dan IP Camera ini diharapkan bisa dilihat dari tempat lain maka kita harus mempunyai IP internet. ISP yang memberikan IP Internet di antaranya Speedy, Firstmedia dan Smartfren pasca bayar.

Ketika kita punya IP Camera di rumah dan hendak diakses dari tempat lain maka biasanya kita panggil melalui IP-nya misalnya dengan memanggil angka “125.11.22.123”. Tentunya kita tidak bisa menghafal dengan mudah angka-angka tersebut. Nah menggunakan DNS maka IP kita tersebut dapat dipanggil dengan sebuah nama misalnya “kamerarumahku.dlinkddns.com”. Di sini saya yakin anda sudah paham perbedaan IP dan Domain Name.

IP Dinamik dan IP Statik

IP yang aku ceritakan ada 2 macam yaitu dinamik dan statik, dinamik artinya angkanya berubah-ubah. Kalau yang statik angkanya tetap.

Kalau IP kita statik itu akan lebih mudah buat kita meremot ip camera kita, bahkan tanpa DNS sekalipun, angka bisa kita ingat-ingat karena tidak berubah. Menggunakan DNS juga lebih enak, bahkan beli domain pun bisa. Daftar layanan gratis juga bisa. Kalau IP kita berubah-ubah, di sinilah kita mulai bingung cara memanggil Ip camera di rumah kita.

Dynamic DNS solusi untuk IP Dinamik

Dynamic DNS merupakan solusi untuk IP dinamik, Salah satu layanan / server paling terkenal adalah Dyndns.org (sekarang Dyndns.com). Hampir di setiap router sudah ada menu Dyndns.org.

Cara kerja dari Dyndns ini adalah “router kita memberitahu ke server Dyndns IP yang aktif di router saat ini” sehingga memungkinkan kita memanggil jaringan kita (termasuk IP Camera) dengan sebuah nama “rumahkita.dyndns.org”. Walau IP kita berubah-ubah kita tidak perlu bingung, cukup panggil nama Dynamic DNS kita, misalnya “rumahkita.dyndns.org”.

Dyndns.org merupakan layanan berbayar, layanan yang mirip seperti “dyndns.org” tetapi gratis adalah “NO-IP.COM”. Yang disayangkan dari NO-IP adalah rata-rata router murah tidak mempunyai updater ke server NO-IP.

D-Link Meluncurkan DLINKDDNS.COM

Saya tidak tahu sejak kapan ada layanan itu, yang jelas ini baru, setidaknya 4 tahun yang lalu belum ada. Kalau dilihat dari umur domain, domain tersebut dibeli tahun 2007, tetapi kemungkinan besar layanan ini belum lama diaktifkannya, saya tidak tahu kapan tepatnya.

Dlink rupanya ingin memanjakan penggunanya dengan meluncurkan layanan ini, layanan ini sebagaimana saya tuliskan di atas merupakan hasil kerjasama dengan Dyndns. Bisa jadi Dlink membayar Dyndns atau ada proyek kerjasama lainnya yang kita tidak tahu.

Pada router Dlink yang baru kita bisa menemukan minimal 3 layanan Dynamic DNS yaitu Dyndns.org, Tzo.org dan yang baru yaitu dlinkddns.com.

dlink-ddns-dns-dyndns-no-ip

Dyndns Bisa Gratis?

Kabar baiknya, dan ini sedikit akal-akalan juga sebenarnya, username yang kita daftarkan di dlinkddns.com ternyata bisa untuk login ke Dyndns.org.

Hampir semua router punya layanan updater Dyndns.org, sehingga sekarang dengan memiliki username di dlinkddns.com kita bisa login ke dyndns.org dengan router apapun, hampir semua router.

Kira-kira catatan saya itu dulu, saya tidak akan membahas teknisnya di sini. Mungkin kesempatan lain saya akan posting.

Bookmark and Share