Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Cara Menggunakan OpenDNS Updater Client Pada Mikrotik

Tulisan ini semacam “buku pengingat pribadi”, supaya kalau nanti butuh bisa dibuka kembali, gak perlu browsing-browsing gitu. Tapi kalau kamu baca tulisan ini, dan bisa dipraktekkan ya syukur alhamdulillah.

Oh ya, kembali ke judul ya, jadi bukan hanya OpenDNS tetapi juga berlaku untuk dyamic DNS lain seperti no-ip dan lain-lain, daftar yang disupport ada di sini:

  1. no-ip
  2. dyndns
  3. opendns
  4. dan lain-lain, klik di sini untuk tahu semuanya https://www.dnsomatic.com/wiki/supportedservices .

Okay, langsung aja ya, Cara Menggunakan Dynamic DNS Client Updater Pada Mikrotik sebagai berikut:

  1. daftar di https://www.dnsomatic.com/ . kalau udah punya akun opendns tidak perlu daftar, langsung login aja, karena dnsomatic ini satu perusahaan dengan opendns.
  2. masukin semua servis dns yang anda punya di situ, kalau opendns sudah otomatis ada di situ.
  3. buat script udater ==> SYSTEM -> SCRIPTS  (scriptnya terlampir di akhir tutorial ini) , buat nama script “opendns” misalnya.cara-menggunakan-opendns-di-mikrotik
  4. schedule untuk memanggil script per jam atau per hari, ==> SYSTEM -> SCHEDULER . buat nama scheduler “opendns-scheduler” misalnya, nanti pada “on event” tulis nama scriptnya.cara-setting-open-dns-di-mikrotik

Selesai.

Script DNS O MATIC

  1. script ini dapat berjalan di belakang NAT juga, jadi misalnya mikrotik kita masih di bawah modem, bukan pakai PPPOE langsung juga bisa.
  2. script saya ambil dari sini https://wiki.mikrotik.com/wiki/Dynamic_DNS_Update_Script_for_DNSoMatic.com_behind_NAT.
  3. jangan lupa ganti username dan password dns-o-maitc nya, supaya berfungsi

SCRIPT:

# DNSoMatic automatic DNS updates

#--------------- Change Values in this section to match your setup ------------------

# User account info of DNSoMatic

:local maticuser "USERNAME DNS O MATIC ANDA"
:local maticpass "PASSWORD DNS O MATIC ANDA"

# Set the hostname or label of network to be updated. This is the part after the double colon (::) on the DNSoMatic services page.
# Hostnames with spaces are unsupported. Replace the value in the quotations below with your host names.
# To specify multiple hosts, separate them with commas. 
# Use "all.dnsomatic.com" for the matichost to update all items in dnsomatic with this IP.

:local matichost "all.dnsomatic.com"

#------------------------------------------------------------------------------------

# No more changes need

:global previousIP;

:log info "Fetching current IP"

# Get the current public IP using DNS-O-Matic service.
/tool fetch url="http://myip.dnsomatic.com/" mode=http dst-path=mypublicip.txt

# Read the current public IP into the currentIP variable.
:local currentIP [/file get mypublicip.txt contents]

:log info "Fetched current IP as $currentIP"
 
:if ($currentIP != $previousIP) do={
 :log info "DNSoMatic: Update needed"
 :set previousIP $currentIP
 
# The update URL. Note the "\3F" is hex for question mark (?). Required since ? is a special character in commands.
 :local url "http://updates.dnsomatic.com/nic/update\3Fmyip=$currentIP&wildcard=NOCHG&mx=NOCHG&backmx=NOCHG"
 :local matichostarray;
 :set matichostarray [:toarray $matichost];
 :foreach host in=$matichostarray do={
 :log info "DNSoMatic: Sending update for $host"
 /tool fetch url=($url . "&hostname=$host") user=$maticuser password=$maticpass mode=http dst-path=("dnsomaticupdate-" . $host . ".txt")
 :log info "DNSoMatic: Host $host updated on DNSoMatic with IP $currentIP"
 }
} else={
 :log info "DNSoMatic: Previous IP $previousIP and current IP equal, no update need"
}
Bookmark and Share

SSH Client Untuk Android

Ketika saya membutuhkan koneksi SSH ke server, biasanya saya menggunakan team viewer untuk remote desktop saya, dari desktop saya baru remot ke server menggunakan Putty. Saya pikir dengan cara itu terlalu muter-muter dan tidak efektif, baru hari ini saja saya kepikiran cari software semacam “putty untuk android” atau “ssh client untuk android”.

Okay, to the point saja! app apa yang kira-kira bisa dipakai buat bantu kita kerja ketika mobile?

Jawabannya adalah “JuiceSSH – SSH Client”, dapat diunduh di sini “https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sonelli.juicessh”.

Sebenarnya ada banyak app lain di Google Play, tapi kebetulan saja hari ini saya mencoba 2 yaitu ConnectBot dan JuiceSSH, tetapi akhirnya saya uninstall ConnectBot dan beralih ke JuiceSSH.

Kelebihan JuiceSSH ada pada keyboard tambahan, JuiceSSH memberikan fasilitas keyboard mirip persis keyboard desktop seperti “Ctrl”, “Alt”, “Home” dan lain-lain.

Semoga bermanfaat..!

Bookmark and Share

Membuat Server Sendiri

Seorang teman dalam sebuah mailinglist menanyakan kepada teman-temannya tentang apa saja yang harus diperhatikan jika membuat server publik sendiri.

Di bawah ini jawaban saya, ini hanya jawaban singkat saja sesuai pengetahuan yang saya dapat.

Menurut saya,

Sebelum bicara mengenai ini pertanyaanya juga harus dijelaskan dulu ini untuk serius atau sekedar coba-coba, Serius dan coba-coba membutuhkan uang yang sangat jauh beda,

Ada 2 kategori yang harus diperhatikan
1. Secara fisik
2. Secara software / konfigurasi

Fisik

  1. pastikan punya koneksi yang bagus, mohon diperhatikan uploadnya juga bagus, sebaiknya menggunakan layanan ISP leasedline/dedicated. Ini dikarenakan web server nanti akan banyak didownload, jadi harus punya benwit yang cukup untuk upload. Memakai speedy sangat tidak disarankan kecuali menggunakan beberapa line + inbound load balancing service nantinya. Kalau sekedar coba-coba ya bisa aja memakai speedy, tapi kalau untuk web serius harus pakai leasedline.
  2. Harus menggunakan 2 hardisk untuk mirroring atau beli hardware RAID  kenapa? bayangkan kalau web server menangani proyek serius semacam “menerima data customer” atau lebih parahnya nanti digunakan untuk “transaksi” atau misalnya untuk digunakan affiliate sistem. Kerusakan hardisk akan menghancurkan bisnis.
  3. Pendingin server juga sangat penting

Konfigurasi dan Software

  1. Jika tidak membeli hardware RAID maka menggunakan raid software, ini biasanya sudah ada dalam OS misal ubuntu ataupun Centos, mau RAID0 atau RAID1 saya rasa silahkan saja, yang penting mirroring jalan (sekali lagi ini hanya buat web server yang serius)
  2. Sistem operasi disarankan memakai CentOS, supaya kalau googling mengenai konfigurasi server mudah
  3. software baiknya menggukana CPANEL (berbayar) kembali, supaya kalau tanya-tanya mudah, kalau mau yang gratis silakan menggunakan free hosting manager http://www.fhm-script.com/index.php
  4. Disarankan menggunakan IP statik, dan rata2 kalau memakai leasedline pasti statik, kalau mau menggunakan dns server sendiri saya rasa HARUS ip statik, tapi kalau sekedar web server masih banyak solusi walau menggunakan ip dinamik, misalnya menggunakan layanan NO-IP
  5. Jika koneksi internet yang dimiliki si calon server tersebut di belakang router maka di router silakan dikonfigurasikan demilitary zone (DMZ) untuk mempermudah, atau kalau mau lebih aman dan lebih teliti bisa menggunakan PORT FORWARDING misalnya port 80 untuk web server.

Ok kira-kira itu dulu dari saya, nanti teman-teman yang lain pasti akan mengurangi atau menambahkannya.

Bookmark and Share