Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Dynamic DNS, Dlink DDNS, No-ip dan Dydns Pada Router

Sebenarnya sudah lama saya meniggalkan perbincangan teknis semacam ini, sejak aku memutuskan pulang kampung pada akhir tahun 2008 perbincangan mengenai Computer Networking sudah benar-benar saya tinggalkan. Tetapi namanya hobby yang pernah ditekuni tentu saja terkadang ada saja kesempatan untuk mengingatnya.

Di bawah ini saya akan cerita mengenai Dynamic DNS, Dlink DNS, No-IP dan Dyns Pada Router

Berawal dari pembelian modem ADSL Router DLINK baru, ketika saya coba setup modem ADSL ternyata saya menemukan fitur baru yang dahulu saya tidak pernah menemukannya, yaitu updater Dynamic DNS dengan host dlinkddns.com. Setelah saya coba browsing ternyata layanan Dlinkddns.com ini gratis, dan tercium dari blog Dlink Indonesia di sana dikatakan bahwa layanan dlinkddns ini sebenarnya layanan milik DYNDNS.COM yang di sana merupakan layanan berbayar, jadi D-Link bekerjasama dengan Dyndns.com.

Setelah saya tahu dlinkddns ini merupakan layanan milik Dyndns saya langsung saja mencoba daftar dlinkddns dan tidak ketinggalan “mencoba login ke dyndns.com dengan username tersebut”, dan hasilnya memang benar, saya dapat login seperti pernah daftar di dyndns, nah di sini rupanya ada hole, atau lubang gratisan untuk para penikmat dynamic dns. Artinya ada lubang di sini bahwa Dyndns ternyata bisa dipakai secara gratis, hal ini tidak dapat kita temukan sebelumnya.

Kesimpulannya “KITA BISA MEMAKAI LAYANAN DYNDNS.COM SECARA GRATIS”.

Buat teman-teman yang belum terbiasa di dunia computer networking membaca tulisan saya di atas pasti bingung, karena ini memang spesial untuk teman-teman yang aktif di dunia computer networking. Agar teman-teman bisa mengikuti bahasan saya kali ini saya akan coba jelaskan kegunaan dari layanan Dyndns atau yang disebut Dynamic DNS.

IP vs Domain Name

Setiap kali kita koneksi internet di situ secara otomatis tercatat masuk ke dalam jaringan komputer dunia, dan setiap komputer dunia ini mempunyai urutan angka yang disebut IP (internet protocol). Kalau sekedar jadi pemakai internet terkadang komputer kita tidak memiliki IP secara langsung, tetapi bagian dari komputer lain yang memiliki IP internet.

Ketika kita berposisi jadi server, atau ingin memiliki sebuah layanan yang bisa diakses dari jarak jauh maka kita harus mempunyai IP internet. Misalnya kita punya IP Camera di rumah, dan IP Camera ini diharapkan bisa dilihat dari tempat lain maka kita harus mempunyai IP internet. ISP yang memberikan IP Internet di antaranya Speedy, Firstmedia dan Smartfren pasca bayar.

Ketika kita punya IP Camera di rumah dan hendak diakses dari tempat lain maka biasanya kita panggil melalui IP-nya misalnya dengan memanggil angka “125.11.22.123”. Tentunya kita tidak bisa menghafal dengan mudah angka-angka tersebut. Nah menggunakan DNS maka IP kita tersebut dapat dipanggil dengan sebuah nama misalnya “kamerarumahku.dlinkddns.com”. Di sini saya yakin anda sudah paham perbedaan IP dan Domain Name.

IP Dinamik dan IP Statik

IP yang aku ceritakan ada 2 macam yaitu dinamik dan statik, dinamik artinya angkanya berubah-ubah. Kalau yang statik angkanya tetap.

Kalau IP kita statik itu akan lebih mudah buat kita meremot ip camera kita, bahkan tanpa DNS sekalipun, angka bisa kita ingat-ingat karena tidak berubah. Menggunakan DNS juga lebih enak, bahkan beli domain pun bisa. Daftar layanan gratis juga bisa. Kalau IP kita berubah-ubah, di sinilah kita mulai bingung cara memanggil Ip camera di rumah kita.

Dynamic DNS solusi untuk IP Dinamik

Dynamic DNS merupakan solusi untuk IP dinamik, Salah satu layanan / server paling terkenal adalah Dyndns.org (sekarang Dyndns.com). Hampir di setiap router sudah ada menu Dyndns.org.

Cara kerja dari Dyndns ini adalah “router kita memberitahu ke server Dyndns IP yang aktif di router saat ini” sehingga memungkinkan kita memanggil jaringan kita (termasuk IP Camera) dengan sebuah nama “rumahkita.dyndns.org”. Walau IP kita berubah-ubah kita tidak perlu bingung, cukup panggil nama Dynamic DNS kita, misalnya “rumahkita.dyndns.org”.

Dyndns.org merupakan layanan berbayar, layanan yang mirip seperti “dyndns.org” tetapi gratis adalah “NO-IP.COM”. Yang disayangkan dari NO-IP adalah rata-rata router murah tidak mempunyai updater ke server NO-IP.

D-Link Meluncurkan DLINKDDNS.COM

Saya tidak tahu sejak kapan ada layanan itu, yang jelas ini baru, setidaknya 4 tahun yang lalu belum ada. Kalau dilihat dari umur domain, domain tersebut dibeli tahun 2007, tetapi kemungkinan besar layanan ini belum lama diaktifkannya, saya tidak tahu kapan tepatnya.

Dlink rupanya ingin memanjakan penggunanya dengan meluncurkan layanan ini, layanan ini sebagaimana saya tuliskan di atas merupakan hasil kerjasama dengan Dyndns. Bisa jadi Dlink membayar Dyndns atau ada proyek kerjasama lainnya yang kita tidak tahu.

Pada router Dlink yang baru kita bisa menemukan minimal 3 layanan Dynamic DNS yaitu Dyndns.org, Tzo.org dan yang baru yaitu dlinkddns.com.

dlink-ddns-dns-dyndns-no-ip

Dyndns Bisa Gratis?

Kabar baiknya, dan ini sedikit akal-akalan juga sebenarnya, username yang kita daftarkan di dlinkddns.com ternyata bisa untuk login ke Dyndns.org.

Hampir semua router punya layanan updater Dyndns.org, sehingga sekarang dengan memiliki username di dlinkddns.com kita bisa login ke dyndns.org dengan router apapun, hampir semua router.

Kira-kira catatan saya itu dulu, saya tidak akan membahas teknisnya di sini. Mungkin kesempatan lain saya akan posting.

Bookmark and Share

Dalam Menyikapi Bencana Pemimpin dan Bangsa Jepang Lebih “Dewasa”

Saya copy-paste dari sebuah mailinglist.

Mudah-mudahan bermanfaat

Dear all,

Alhamdulillah, hari ini hari ke-4 setelah bencana gempa dan tsunami menimpa Jepang. Kami yg berdomisili di daerah Kansai (Osaka, Kobe, Kyoto, dsk) dalam keadaan sehat wal afiat. Semoga seterusnya demikian.

Walaupun beberapa gempa susulan masih dapat dirasakan di daerah yg lokasinya dekat dgn episentrum gempa. Gempa terakhir dilaporkan terjadi pagi ini di Ibaraki-ken (sebelah Tokyo) berkekuatan 6 SR. Namun, peringatan akan terjadinya tsunami di seluruh daerah pantai timur sudah dicabut resmi oleh pemerintah Jepang sejak malam tadi. Alhamdulillah.

Provinsi Miyagi, terutama kota Sendai, salah satu tempat paling parah yg mengalami tsunami, sudah mulai berbenah. Di kota ini terdapat salah satu universitas papan atas Jepang, yaitu Tohoku university. Banyak mahasiswa Indonesia beserta keluarga mereka tinggal di kota ini. Sampai skrg, mereka yg selamat masih tinggal di pengungsian: gedung-gedung sekolah, stadium OR, balai kota, dan tempat lain. Rencananya, secara berangsur-angsur, mereka akan dijemput dan direlokasikan ke SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia di Tokyo) oleh KBRI untuk mendapatkan perawatan, pelayanan dan pendataan yg lebih memadai….Sendai masih gelap gulita, dingin luar biasa, dan carut marut penuh dgn sampah akibat tsunami. Mari kita doakan semua korban agar segera terbebas dari ketakutan dan kemalangan. Amin.

Efek gempa dan tsunami yg menimpa Jepang kali ini mmg sangat dahsyat. Dampaknya bagi kehidupan bernegara, jauh lebih besar dibanding dengan yg pernah dialami Indonesia dgn gempa-tsunami Aceh lalu. Jika dulu, gempa di Aceh hampir tidak terasa di Jkt, gempa Jepang kali ini mengubah `ritme` kehidupan Tokyo sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi.

Per hari ini, Tokyo dan kota-kota di sekitarnya dilaporkan akan mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Kereta dan subway pun tidak akan beroperasi secara normal untuk menghemat konsumsi listrik. Ini semuanya terpaksa dilakukan karena pasokan listrik berkurang sejak meledaknya reaktor no.1 plt nuklir di Fukushima dan down-nya pendingin reaktor no.2 di plt yang sama. Penumpang menumpuk di stasiun-satiun kereta. Hampir semuanya terlambat tiba di kantor/sekolah akibat waktu tempuh yg berlipat menjadi 3 atau 4 kalinya. Namun demikian, chaos dan kepanikan tidak pernah terlihat di Tokyo, bahkan dalam keadaan darurat spt ini. Semua org ttp tertib, rapi mengantri dan mendahulukan org lain. Mereka berprinsip, itu adalah sumbangsih mereka untuk membuat keadaan tidak bertambah parah. Salut!

Kami, pelajar Indonesia yg sedang kuliah di sini merasakan betul kekaguman luar biasa untuk bangsa Jepang. Triple bencana (gempa, tsunami, ledakan pltn) yg dialami mereka skrg tidak membuat mereka hanyut dalam kesedihan atau peratapan nasib. Yang ada justru sikap saling bahu-membahu, ttp dalam sikap tenang dan tegar. Falsafah hidup mereka yang `ganbaru` (berjuang sekuat mungkin) menjadi penguat hati dan generator energi yg paling besar.

Televisi Jepang menyiarkan laporan perkembangan bencana non-stop, terus menurus tanpa jeda iklan, semenjak hari Jum`at lalu, di seluruh channelnya. Namun tidak ada iringan lagu sedih, liputan anak menangis, dan lain-lain yg sering kali kita lihat di liputan bencana ala tv Indonesia. Metode yg bagus sekali untuk tidak mengkondisikan kesedihan yg berkepanjangan. Di lain sisi, yang disiarkan adalah imbauan-imbauan pemerintah ttg hal-hal apa saja yg harus diperbuat untuk kebaikan bersama. Seperti menghemat listrik dgn meminimalisasi penggunaan alat elektronik, meng-unplug kabel, dll. Juga diajarkan cara-cara untuk survive spt menggunakan air scr hemat, merakit kompor sendiri, dll. Disiarkan juga nomer-nomer call center yg bisa dihub 24 jam, rs darurat, pemadam kebakaran, dll…Dan yang lebih mengharukan adalah kesungguhan para pemimpin mereka untuk melayani rakyat yg sedang kesusahan!

Perdana menteri Naoto Kan selalu muncul di tv menggunakan baju lapangan spt org para pekerja. Semua mentri pun demikian. Dilaporkannya apa yg sudah ditempuh sampai hari ini, apa saja yg berhasil ditanggulangi, apa rencana ke depan, berapa jumlah korban teridentifikasi dll. Wajahnya tampak jelas kelelahan. Tapi suara dan isi pidatonya selalu mengugah semangat rakyat untuk terus berjuang, ganbaru bersama-sama. Aduhai, alangkah bahagianya rakyat Jepang dipimpin orang-orang yg dapat dipercaya!

Tabik kami untuk mereka, bangsa Jepang dan para pemimpin mereka yg amanah, setulus-tulusnya…

Demikian up date dari Osaka kali ini. Mohon doa dari kawan-kawan semua. Mohon

maaf bila ada yg kurang berkenan..

Salam,

Dian Nur Rahadiani
Department of Histopathology (C3)
Graduate school of Medicine, Faculty of Medicine
Osaka University, JAPAN
phone :
81-80-5337-7666

Disclaimer : Saya hanya copy-paste dari mailinglist.

Bookmark and Share

Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally

Originally Posted by FoeLung
Sepenggal kisah dari Bung Hatta dihari peringatan Proklamasi
Kemerdekaan RI ke 65, untuk diteladani…..

“bernisan bangga, berkafan doa, dr kami yang merindukan orang
sepertimu…”

Subject: Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally
================================================== =

Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally,

Pada tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu
tinggi dan tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI,
berminat pada sepatu itu. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang
memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli
sepatu idaman tersebut.

Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu
terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan
handai taulan yang datang untuk meminta pertolongan. Hingga akhir
hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena
tabungannya tak pernah mencukupi.

Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally
itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan
sederhana dari seorang Hatta. Pada hal, jika ingin memanfaatkan
posisinya waktu itu, sangatlah mudah bagi beliau untuk memperoleh
sepatu Bally.
Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang
menjadi kenalan Bung Hatta.

Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta
sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih
jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan
orang lain daripada kepentingannya sendiri.

Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-
marut zaman ini.

Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang
lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi
konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin
dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain.

Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia
proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling,
tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi
bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan
meminta sedekah dari orang asing.

Pendapat Meutia Hatta (Salah satu anak Bung Hatta)

Kesederhanaan keluarga Bung Hatta serta sangat kokohnya mantan wakil
presiden itu berpegang pada prinsip mungkin dapat disimak dari
penuturan Meutia mengenai kisah sebuah mesin jahit. Sewaktu ayahnya
masih menjadi orang nomor dua di republik ini, ternyata untuk membeli
sebuah mesin jahit pun tidak bisa dilakukan begitu saja.

Menurut antropolog dari Universitas Indonesia tersebut, ibunya -Rahmi
Hatta- harus menabung sedikit demi sedikit dengan cara menyisihkan
sebagian dari penghasilan yang diberikan Bung Hatta.

Namun rencana membeli terpaksa ditunda, karena tiba-tiba saja
pemerintah waktu itu mengeluarkan kebijakan sanering (pemotongan nilai
uang) dari Rp100 menjadi Rp 1. Akibatnya, nilai tabungan yang sudah
dikumpulkan Rahmi menurun dan makin tidak cukup untuk membeli mesin
jahit.

“Karena ikut terkena dampak adanya keputusan sanering tersebut, Ibu
kemudian bertanya pada Ayah kok tidak segera memberi tahu akan ada
sanering. Dengan kalem Ayah menjawab, itu rahasia negara jadi tidak
boleh diberitahukan, sekalipun kepada keluarga sendiri” kata istri
ekonom Prof Dr Sri-Edi Swasono itu.

Pendapat Ny. Rahmi Hatta (Istri Bung Hatta)

Di tahun 1950-an, ketika Bung Hatta masih menjabat sebagai wakil
presiden Republik Indonesia, keteguhan prinsipnya kembali tercermin
dalam kehidupan keluarga. Pada saat sekarang, mungkin saja peristiwa
yang saya alami itu dapat direnungkan kembali.

Pada suatu waktu, uang Republik Indonesia (ORI) mengalami pemotongan.
Seperti halnya para ibu rumah tangga lainnya, di masa itu saya sedang
menabung karena saya berniat untuk membeli sebuah mesin jahit. Tentu
dapat dibayangkan betapa kecewanya hati saya saat itu. Ketika Bung
Hatta pulang dari kantor, saya mengeluh, “Aduh, Ayah ?! Mengapa tidak
bilang terlebih dahulu, bahwa akan diadakan pemotongan uang ? Yaaa,
uang tabungan kita tidak ada gunanya lagi! Untuk membeli mesin jahit
sudah tidak bisa lagi, tidak ada harganya lagi.?”

Keluhan wanita mungkin mempunyai alasan tersendiri. Tetapi seorang
pejabat negara seperti Bung Hatta menjawab, “Yuke, seandainya Kak
Hatta mengatakan terlebih dahulu kepadamu, nanti pasti hal itu akan
disampaikan kepada ibumu.
Lalu kalian berdua akan mempersiapkan diri, dan mungkin akan memberi
tahu kawan-kawan dekat lainnya. Itu tidak baik!”

Kepentingan negara tidak ada sangkut-pautnya dengan usaha memupuk
kepentingan keluarga. Rahasia negara adalah tetap rahasia. Sunggguhpun
saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan
kepada siapapun. Biarlah kita rugi sedikit, demi kepentingan seluruh
negara. Kita coba menabung lagi, ya?”

Akhirnya sebagai seorang istri saya sepenuhnya dapat memahami prinsip
suami saya itu. Berkat pengalaman hidup bersama bertahun-tahun,
keyakinan saya terhadap prinsip Bung Hatta makin besar pula. Prinsip
itu juga yang menyadarkan saya, agar saya tidak perlu menghalangi
sikapnya ketika Bung Hatta berniat untuk meletakkan jabatannya sebagai
wakil Presiden Republik Indonesia.

(dicontek dari http://forum.detik.com/bung-hatta-kisah-sepatu-bally-t205340.html?s=fe7e7213f4dddda8f3e84cf2d62d917b&)
Bookmark and Share