Asrofi – Blogger Semarang

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

Cara Blokir Google Play di Jaringan Internet Rumah atau Kantor

Halo,

Pada tulisan saya sebelumnya saya sudah posting tentang Cara Blokir Youtube di Jaringan Internet Rumah atau Kantor demi melindungi anak kita dari Kecanduan Youtube.

Kali ini merupakan edisi lanjutan dari parental control, khususnya mengenai pembatasan handphone pada anak, supaya handphone menjadi kurang menarik.

Selain Youtube, anak usia TK dan SD biasanya juga gemar install dari Google Play, yang diinstall biasanya Games, terkadang bisa sengaja install tapi ada juga yang install secara tidak sengaja, sehingga Cara blokir Google Play ini dianggap perlu saya tulis.

Ok, langsung ke tema tulisan, berikut cara blokir Google Play di jaringan internet rumah atau kantor anda:

  1. login ke router anda, bisa mikrotik, tplink, dlink, linksys atau lainnya, sesuaikan kepemilikan anda.
  2. masuk ke menu “access control” atau namanya beda-beda disesuaikan dengan routernya. Kembali saya ingatkan, kalau anda tidak tahu caranya bisa suruh tukang komputer melakukannya, sampaikan saja ke tukang komputer mau blokir subdomain yang nanti saya berikan
  3. untuk blokir Google Play, pada menu access control silakan blokir domain dan sub domain di bawah ini:

Daftar Domain dan Sub Domain Google Play:

  • android.clients.google.com
  • play.google.com
  • lh3.googleusercontent.com

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat untuk keluarga anda.

cara-blokir-google-play-di-jaringan-internet-kantor

Bookmark and Share

Belajar dari Mark Zuckerberg hanya dari Cara Dia Pakai Kaos

Judul berita di bawah ini adalah “Ini Alasan Mark Zuckerberg Pakai Kaus yang Sama Setiap Hari”, tetapi sebenarnya ada hal yang sangat menarik dalam berita ini, yaitu alasan Mark Zuckerberg selalu memakai kaos yang sama setiap harinya. Alasannya adalah “untuk mengurangi waktu berfikir memilih kaos/pakaian, karena banyak sekali orang yang mencurahkan energi untuk sekedar memilih kaos/baju. Dengan memutuskan kaosnya warna biru dia tidak akan membutuhkan waktu untuk berfikir memutuskan pakai kaos/baju yang mana”. Mark lebih mementingkan waktunya digunakan untuk memutuskan hal-hal penting yang berguna untuk masyarakat.

Saya pikir apa yang dilakukan Mark tersebut sangat perlu dihargai, “mungkin” ini tidak jauh beda apa yang diputuskan oleh Dahlan Iskan atau Jokowi dalam hal pakaian.

Pernyataan Mark ini sungguh penting buat saya pribadi, Mark secara tidak langsung mengkritik saya, karena saya memang masih sering membuang waktu untuk memikirkan sesuatu yang belum tentu penting untuk masayraakat, bahkan terkadang sesuatu yang tidka penting untuk diri saya sendiri.

Berita lengkapnya di bawah ini :

Liputan6.com, Sosok pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Facebook, Mark Zuckerberg, selalu menarik perhatian. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dia selalu mengenakan t-shirt atau kaus berwarna abu-abu yang sama, di hampir semua acara publik.

Dalam sebuah acara publik Q&A atau tanya-jawab, Zuckerberg memberikan alasan mengapa dia kerap menggunakan kaus yang sama. Pernyataannya ini untuk menjawab salah satu pertanyaan dari hadirin, “Kenapa Anda mengenakan kaus yang sama setiap hari?”

Pertanyaan yang cukup sederhana, tapi ternyata Zuckerberg memberikan jawaban yang serius. “Saya sangat ingin memiliki hidup yang bersih, untuk itu maka saya sebisa mungkin harus membuat sedikit keputusan tentang apapun, kecuali mengenai cara terbaik melayani masyarakat,” jawab Zuckerberg, sembari menambahkan bahwa dia memang memiliki sejumlah baju yang sama.

Zuckerberg menilai bahwa keputusan kecil, seperti memilih apa yang akan dikenakan atau apa yang harus dimakan untuk sarapan, bisa melelahkan dan membuang energi. Maka dari itu suami Priscilla Chan ini tidak ingin membuang waktunya untuk hal-hal seperti itu.

“Saya berada dalam posisi yang beruntung, di mana saya bangun setiap hari dan membantu melayani lebih dari satu miliar orang. Dan saya merasa tidak bekerja jika saya menghabiskan energi untuk hal-hal yang konyol atau semberono mengenai hidup saya,” jelasnya seperti dilansir Business Insider, Minggu (9/11/2014).

Zuckerberg kemudian menunjukkan bahwa sejumlah orang berpengaruh lainnya, seperti pendiri Apple Steve Jobs dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, memiliki teori yang sama berkaitan dengan pemililihan pakaian mereka.

Sumber : “tekno.liputan6.com/read/2130538/ini-alasan-mark-zuckerberg-pakai-kaus-yang-sama-setiap-hari”

Bookmark and Share

Belajar dari Optimisme Deddy Corbuzier

Kemarin malam saya nonton sebuah acara Talk show di Kompas TV, acara tersebut mengundang Deddy Corbuzier sebagai bintang tamu + narasumber. Dalam perbincangan tersebut diceritakan bahwa Deddy menerima penghargaan internasional “Merlin Awards”, penghargaan ini sangat spesial karena hanya beberapa orang saja di dunia.

Saya tidak akan bahas mengenai penghargaan Merlin Awards tersebut, tetapi dalam perbincangan Deddy corbuzier itu ada beberapa kalimat yang benar-benar membuat saya tergertak, saya akan sampaikan di bawah ini tetapi bisa jadi penjabaran saya ini ada yang dilebihkan dan dikurangi, karena saya memang tidak merekam acara tersebut, hanya terekam di memori kepala saya yang sering lupa dan terkadang suka menambah-menambah, ok diantaranya sebagai berikut:

  • Kita mau jadi apa aja bisa kok, kita bisa belajar, kita ingin jadi terkenal se-level dunia bisa, hanya perlu belajar dan fokus
  • Saya mau berpenghasilan besar dari magician level dunia bisa kok,
  • Saya kalau mau kerja di Hongkong, sekali pentas saya dibayar (sekian) dolar, tetapi saya ga mau.
  • Intinya kita mau jadi apa aja bisa kok, hanya perlu belajar dan fokus, semua mungkin
  • Kemudian kenapa saya tetep di Indonesia walau penghasilannya tidak sebesar kalau saya kerja di Hongkong atau di Amerika, karena kalau tadi yang saya sebutkan serba mungkin ternyata ada sesuatu yang tidak mungkin, yaitu “tidak mungkin saya jadi ayah dari ayah saya, saya tetep anak ayah saya”.

Adalagi, dia juga mengatakan bahwa, dia sangat optimis kalau dia tidak akan mungkin kehilangan pamor dan turun habis, dia hanya akan turun pamor, naik lagi, turun lagi dan naik lagi. Alasan itu yang membawa dia mendirikan sebuah toko dan toko ini sahamnya dimiliki oleh karyawan-karyawan dia, ini untuk menanggulangi ketika Deddy turun pamor dan tidak ada income maka karyawan bisa mengharapkan income dari toko tersebut. wow.

Bookmark and Share