Catatan Asrofi

Blogger Kendal Blogger Semarang Jawa Tengah

MODUS PENIPUAN MENGTARGET TAKMIR MASJID

Modus:

  • 2 pelaku
  • pertama mengaku wakil bupati
  • kedua mengaku staff
  • dilakukan pada hari sabtu
  • pura-pura transfer kebanyakan
  • tujuan: minta dikembalikan dana sebagian

Detail:
(1) mungkin Pelaku mencari data masjid di google map, yang ada nomor HP-nya
(2) Nomor HP dihubungi – “apakah ini masjid xxx?”
(3) Penipu 1 mengaku sebagai wakil bupati daerah tertentu, sesuai lokasi masjid
(4) Penipu 1 menanyakan apakah masjid punya rekening atas nama masjid
(5) Penipu 1 akan memberikan donasi kepada masjid, nanti staffnya akan menghubungi target.
(6) Penipu 2 mengaku sabagai staff wakil bupati menghubungi target, menanyakan kembali apakah punya rekening atas nama masjid, menanyakan apakah besuk minggu bisa ada waktu untuk serah terima secara resmi di masjid, apakah masjid sudah punya stempel.
(6) Kemudian setelah telefon, Penipu 2 mengaku sudah transfer, memberikan bukti transfer ATM, 22jt, bukti transfer tampak asli, sangat rapi – ngajak ketemu besuk minggu untuk serah terima, minta nyiapin stempel dll
(7) Penpipu 1 kemudian konfirmasi kepada target; apakah anak buah saya sudah transfer ?
(8) Target yang sudah menerima bukti transfer palsu kemungkinan menyampaikan sudah menerima bukti transfer
(9) Penipu 2 akan pura-pura minta bukti transfer tersebut, kemudian bilang “wah kebanyakan, harusnya 15 jt untuk masjid, yang 7 jt untuk panti asuhan”
(10) Penipu 2 menghubungi target – maaf pak, saya salah transfer, harusnya 15 jt, bukan 22jt, pak wabup instruksinya kurang jelas, apakah bisa ditransfer balik ke saya yang 7 jt? – sambil pura2 buru2, panik dan pura2 tertekan merasa bersalah.. ini tujuannya ngajak target ikut panik.
(11) di sini ada kemungkinan target segera melakukan transfer. Hati-hati.

Analisa:

  • Banyak pengurus masjid belum memiliki badan hukum, sehingga rekening atas nama masjid dikaitkan pada bendahara dan ketua, dan tidak memiliki ATM, mobile banking maupun internet banking – sehingga tidak mungkin bisa dicek dengan cepat ketika ada yang mengaku transfer.
  • Pura-pura sudah transfer dan minta dana dikembalikan sebagian mungkin dapat mempengaruhi target secara psikologis.

Semoga bermanfaat.

Comments are closed.